a figure that i admire because of her interpersonal skills


Bicara tmengenai sosok atau tokoh yang sangat saya kagumi, akan banyak sekali individu yang muncuk di kepala saya dan sembilan puluh persen dari mereka adalah perempuan. Saya mengagumi mereka karena bukan dari penampilan fisik atau wajah tetapi saya menggali ke 3B mereka—Brain, Beauty, and Behaviour.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menceritakan tentang salah satu dari mereka yang sangat saya kagumi karena perilakunya yang baik atau bahkan interpersonal skillnya dan kecerdasannya. Dia adalah Menteri Keuangan kita, Ibu Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani lahir pada 26 Agustus 1962 di Lampung, Sumatera. Dia lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Dia menerima gelar master dan doktor di bidang ekonomi dari University of Illinois pada tahun 1992. Pada tahun 2001, beliau berangkat ke Atlanta, Georgia, untuk sebagai konsultan di Badan Amerika Serikat untuk Pengembangan Internasional (USAID) untuk program-program yang bertujuan memperkuat otonomi Indonesia. Dia juga memberikan kuliah tentang ekonomi Indonesia sebagai dosen tamu di Andrew Young School of Pilicy Studies di Georgia State University. Dari tahun 2002 hingga 2004 dia adalah direktur eksekutif di International Monetary Fund yang mewakili 12 ekonomi di Asia Tenggara.

Sri Mulyani terpilih sebagai Menteri Keuangan Indonesia pada tahun 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali pada tahun 2009, ia diangkat kembali dalam jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Sri Mulyani kemudian pindah ke Bank Dunia pada 5 Mei 2010. Beliau ditunjuk sebagai salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Kelompok Bank Dunia.

Pada tahun 2006, ia diangkat sebagai Menteri Keuangan Euromoney of the Year oleh majalah Euromoney. Pada Agustus 2008, ia mendapat peringkat dari majalah Forbes, sebagai wanita ke-23 paling kuat di dunia dan wanita paling kuat di Indonesia. Pada 2007 dan 2008, surat kabar Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai Asia’s Finance Minister of The Year.

Terlepas dari semua kisah suksesnya di bidang Ekonomi. Saya tidak hanya akan menggambarkan hidupnya sebagai Menteri Keuangan, tetapi juga sikapnya sebagai manusia biasa.
Sri Mulyani pernah mengisi kuliah perdana semester genap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada 5 Februari 2018. Dia mengajar kuliah makro ekonomi. Pada saat mengajar, beliau menyampaikan kepada para siswa tiga hal yang dia harapkan dari generasi muda. Tiga hal tersebut adalah pengetahuan (Knowledge), keahlian (Skill), dan tingkah laku yang baik (Attitude).

Orang yang memiliki keterampilan interpersonal adalah mereka yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghasilkan efek yang diinginkan pada orang lain dalam situasi sosial. Efek yang diinginkan ini mungkin termasuk membujuk seseorang untuk bekerja lebih keras, melakukan pembelian, membuat konsesi dalam negosiasi, terkesan oleh keahlian seseorang atau mendukung seseorang dalam krisis. Dan saya pikir, Sri Mulyani memiliki keterampilan tersebut.

Saya menangkap Ibu Sri Mulyani sebagai wanita yang memiliki kepribadian yang sangat baik. Beliau benar-benar tegas, jelas, mandiri tetapi juga benar-benar ceria dan ramah. Saya benar-benar suka ketika beliau berbicara atau menyampaikan pidato beliau selalu to the point tidak bertele-tele, itulah yang seharusnya menjadi seorang pemimpin, juga yang membuat beliau memiliki beberapa Interpersonal Skill yang baik.

Comments

Popular Posts